de Hubungan Obesitas Dengan Haid Tidak Teratur

Hubungan Obesitas Dengan Haid Tidak Teratur

haid tidak teratur
                                                                                   haid tidak teratur

Banyak wanita dengan tubuh obesitas mengeluhkan haid tidak teratur. Lantas, apa hubungan obesitas Dengan siklus haid?. Obesitas merupakan kondisi tubuh dimana Indeks Massa Tubuh/ Body Masa Index (BMI) lebih dari angka normal. BMI normal antara 18,5-22,9. Seorang dikatakan obesitas bila hasil BMR mencapai pada angka 30.

Kemudian, apa hubungannya obesitas dengan haid tidak teratur?

Haid sejatinya merupakan suatu siklus yang dipengaruhi oleh hormon, proses haid adalah masa dimana dinding rahim endometrium menebal kemudian meluruh karena hormon estrogen dan hormon progesteron berhenti diproduksi oleh ovarium. Wanita dengan obesitas cenderung tidak dapat menyerap insulin dengan baik, sehingga tubuh tidak akan bisa memproses glukosa secara maksimal, kemudian akan mengakibatkan tertumpuknya glukosa dalam darah, sehingga insulin dalam tubuh wanita obesitas kadarnya akan sangat tinggi sebagai hasil dari sekresi pankreas.

haid tidak teratur
                                                                                haid tidak teratur

Kadar insulin tinggi ini yang akan mengganggu kerja sistem reproduksi, yang mana hormon estrogen dan androgen menjadi tidak seimbang. Ketidak seimbangan hormon ini dapat menimbulkan suatu keadaan yaitu sindroma ovarium polikistika atau dalam dunia kesehatan dikenal dengan Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) merupakan suatu masalah pada kesehatan reproduksi yang diakibatkan dari tidak seimbangnya hormon. Kondisi ini akan memicu munculnya kista kecil pada indung telur akibat terganggunya fungsi ovarium juga berdampak pada haid tidak teratur, dan mengakibatkan sulit hamil.

Sebenarnya obesitas dapat diatasi tanpa harus melibatkan medis, yaitu dengan pola hidup sehat, olahraga, makan makanan yang bergizi dan seimbang, memperhatikan kalori masuk dan keluar sesuai dengan jumlah kalori normal yang dibutuhkan tubuh. Namun, jika dirasa sulit cobalah berkonsultasi dengan dokter.

Hal yang harus diperhatikan adalah jika Anda akan menurunkan berat badan, alangkah baiknya bila melalui tahapan-tahapan yang tepat dan benar, tidak berusaha menurunkan berat badan secara signifikan dalam waktu yang singkat. Apabila berat badan turun secara drastis maka haid tidak teratur akan menjadi efek sampingnya, sama halnya dengan ketika masih obesitas.

Bagi Anda yang sedang program kehamilan dengan obesitas, Anda bisa merencanakannya dengan mendeteksi suhu basal tubuh Anda. Sehingga Anda dapat mengetahui kapan Anda sedang berovulasi, diera digital ini Anda sudah bisa mengetahui suhu basal tubuh Anda dengan cepat yaitu dengan menggunakan termometer khusus Basal yang bisa Anda dapatkan di Femometer, alat ini sudah terbukti kualitas dan akurasinya.