Memiliki tubuh langsing dan terlihat indah adalah dambaan setiap orang. Namun salah memilih diet, justru bisa berisiko terkena penyakit berbahaya.

Kata “diet” seolah identik dengan wanita, padahal tidak. Memang, sih, kaum wanita lebih cepat gelisah dibanding kaum pria, begitu mengetahui berat badan bertambah walau hanya sedikit. Tak mengherankan jika demi menjaga bentuk tubuh, banyak kaum wanita – dan kini mulai diikuti kaum pria, yang antusias mengikuti berbagai program diet, meskipun harus bersusah-susah menjalani. Mulai dari berupaya keras menghindari makanan tertentu yang dianggap bisa menggeser jarum timbangan ke kanan, sampai rela mengurangi porsi makan. Ada yang berhasil, namun tak sedikit pula yang harus kecewa karena setelah berbulan-bulan, program diet mereka tak kunjung menunjukkan hasil.

Dari sekian banyak program diet yang ada, mungkin diet Atkins dan South Beach yang paling banyak menarik perhatian mereka yang bermasalah dengan berat badan. Keduanya merupakan program diet yang menekankan kepada pengurangan konsumsi karbohidrat, yang dituding sebagai penyebab berat badan berlebih.

Diet Atkins
Diet Atkins diciptakan oleh Dr. Robert Atkins. Pada 1972, ia menulis buku berjudul Dr. Atkins’ Diet Revolution, yang menjadi panduan bagi para penderita obesitas yang ingin menurunkan berat badan mereka. Buku itu langsung menjadi buku terlaris sampai beberapa tahun. Pada 2003, diet itu semakin digandrungi oleh warga Amerika. Apalagi, setelah artis Jennifer Aniston dan Renee Zellweger memamerkan bentuk tubuh langsing mereka, yang diklaim sebagai buah sukses menjalani diet Atkins.

Diet Atkins identik dengan diet rendah karbohidrat. Karena selama menjalani diet itu, Anda harus mengurangi asupan karbohidrat ke dalam tubuh sesedikit mungkin. Teorinya, dengan mengurangi karbohidrat, tubuh akan cepat membakar lemak.

Tahap pertama diet Atkins, batas toleransi konsumsi karbohidrat per hari tidak lebih dari 20 gram. Sebagian besar asupan karbohidrat itu harus berasal dari sayur-sayuran hijau, seperti brokoli, bayam, dan labu. Diet Atkins melarang konsumsi roti, buah-buahan, pasta atau gandum. Tahap yang harus dijalani selama dua minggu itu diharapkan bisa menurunkan berat badan Anda hingga 10% dari bobot sebelumnya. Jika tahap itu tidak berhasil, Anda tidak diperkenankan menjalankan tahap berikutnya.

Pada tahap dua, Anda hanya boleh menambahkan konsumsi karbohidrat lima gram per hari, dan tambahkan lagi lima gram setiap minggu. Jika pada tahap pertama Anda mengonsumsi 20 gram, maka pada minggu pertama tahap kedua, konsumsi karbohidrat bertambah menjadi 25 gram, minggu berikutnya menjadi 30 gram dan seterusnya, sampai Anda mencapai penurunan berat badan ideal yang diinginkan. Nah, setelah itu, gunakan angka karbohidrat minggu terakhir sebelum Anda berhenti, sebagai panduan jumlah karbohidrat yang harus Anda konsumsi seterusnya. Misalnya, pada minggu terakhir Anda mengonsumsi 45 gram karbohidrat per hari, maka selanjutnya konsumsi karbohidrat Anda tidak boleh lebih dari 45 gram per hari. Itulah yang disebuat titik kritis penghilangan karbohidrat.

Tahap berikutnya disebut tahap pra-penurunan. Setelah Anda mencapai berat badan ideal dalam tahap kedua, Anda boleh menambahkan konsumsi 10 gram karbohidrat per hari, dan tambahkan lagi 10 gram setiap minggu. Jika saat menjalani tahap itu ternyata berat badan Anda naik secara berlebih, maka Anda gagal dan harus mengulangi lagi dari tahap awal. Tahap terakhir adalah perawatan, di mana Anda harus benar-benar menjaga berat badan dan pola makan. Jika gagal, Anda harus kembali ke tahap awal.

Diet South Beach
Diet ini diciptakan oleh Dr. Arthur Agatston, kardiologis dari University of Miami, Miller School of Medicine. Pada 1995, Dr. Arthur mulai menciptakan program diet untuk membantu pasiennya yang terserang diabetes dan jantung menurunkan berat badan dan meningkatkan darah. Program diet itu ternyata berhasil menurunkan berat badan. Ketika sebuah stasiun televisi menayangkan program diet Arthur, ratusan warga Florida Selatan mencoba diet tersebut dan berhasil menurunkan berat badan mereka dalam waktu tiga tahun. Diet itu pun akhirnya dikenal dengan diet South Beach. Pada 2003, buku pertama Arthur, The South Beach Diet, diterbitkan. Buku itu langsung laris dipasaran sebagai pesaing dari program diet Atkins.

Diet South Beach juga menekankan pengurangan konsumsi karbohidrat dalam programnya. Selain itu, diet itu juga menyarankan agar menjauhi lemak tak jenuh tunggal dan asam lemak omega3. Atkins tidak memasukan hal itu dalam program dietnya.

Secara garis besar, diet South Beach dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama merupakan yang paling singkat, namun juga paling ketat. Tahap itu dilakukan selama dua minggu, dan Anda hanya diperbolehkan mengonsumsi sedikit makanan tinggi serat, rendah protein, sayuran tinggi serat dan lemak tak jenuh. Tahap itu bertujuan untuk menghilangkan kebiasaan mengonsumsi karbohidrat dan makanan dengan kadar gula tinggi secara perlahan. Jika berhasil, berat badan Anda akan turun 4-6 kilogram.

Tahap berikutnya sedikit lebih ringan karena Anda boleh mengonsumsi berbagai jenis makanan yang Anda suka, namun tetap dalam porsi wajar. Anda juga sudah boleh mengonsumsi roti, nasi, mapun gandum yang mengandung karbohidrat, termasuk makanan ringan sebagai selingan makanan berat. Tahap itu disebut program diet jangka panjang, dan dikhususkan bagi mereka yang sudah bisa menghilangkan keinginan mengonsumsi karbohidrat atau makanan yang mengandung gula tinggi.Tujuannya agar Anda bisa menurunkan berat badan, namun tetap mengonsumsi makanan enak.

Tahap terakhir adalah program diet untuk seumur hidup. Artinya, Anda bisa menjalani dua tahap sebelumnya untuk menjaga berat badan Anda tetap pada posisi yang diinginkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here