Tahap Perkembangan Anak merupakan tahap pertumbuhan yang terjadi pada anak. pada umunya diusia dini perkembangan anak meliputi perkembangan fisik, kognitif, bahasa, emosi, dan sosial. Masa anak usia dini sering disebut juga dengan istilah golden age atau masa emas. Bunda tentu sudah sering mendengar istilah ini, bukan? Nah, pada masa emas tersebut, hampir seluruh potensi si Kecil mengalami masa peka untuk tumbuh dan berkembang secara cepat dan hebat, lho.

Anak Usia dini sedang dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan yang paling pesat, baik fisik maupun mental. Usia dini juga merupakan masa perkembangan dan pertumbuhan yang sangat menentukan perkembangan masa selanjutnya. Maka dari itu, Bunda harus banyak memberikan asupan kebutuhan untuk Tahap Perkembangan Anak, diantaranya kubutuhan Makanan Pendamping Asi.

Makanan Pendamping Asi (MP- ASI) merupakan makanan baik dan bergizi tinggi yang diberikan pada bayi atau anak usia berusia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi anak selain dari ASI (Air susu Ibu). karena bayi yang berusia 6-24 tahun sedang mengalami Tahap Perkembangan Anak, jadi Bunda harus benar-benar memenuhi dan memberikan Makanan Pendamping ASI (MP- ASI) yang terpercaya dapat mendunkung serta meningkatkan Tahap Perkembangan Anak. Selain itu, MP-ASI diberikan untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Sebelum bayi mulai menginjak usia 6 bulan. Berikanlah Makanan Pedukung ASI pada si kecil agara Tahap Perkembangan anak lebih menyenangkan.
Para Bunda tidak perlu khawatir memberikan MP-ASI pada si buah hati, karena MP-ASI sama sekali bukan bertujuan untuk menggantikan fungsi dari ASI secara keseluruhan, melainkan hanya untuk melengkapi ASI dan juga membantu Tahap Perkembangan Anak. Pengenalan dan pemberian MP-ASI harus dilakukan secara bertahap, baik dalam bentuknya maupun jumlahnya. Tujuannya adalah untuk menyesuaikan kemampuan organ pencernaan pada bayi dalam menerima MP-ASI.
MP-ASI juga merupakan peralihan asupan yang semata berbasis ASI (susu) menuju perkembangan sistem pencernaan ketika usus bayi mampu mencerna makanan jenis lain. Untuk menyesuaikan dengan makanan jenis baru ini, bayi membutuhkan waktu sekitar 6 bulan karena proses pembentukan enzim yang terjadi di dalam saluran pencernaannya. Sebelum sampai pada usia ini, ginjal belum cukup berkembang untuk dapat menguraikan sisa yang dihasilkan oleh makanan padat serta makanan semipadat.
Taukah Bunda? Tahap Perkembangan Anak perlu di dukung nutrisi yang bergizi seperti Nestlé Cerelac . Nestlé Cerelac merupakan MP-ASI instan bergizi lengkap untuk perutnya yang kecil. Mengandung zat besi, zink, vitamin A dan vitamin C untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya. Selain itu, Nestlé Cerelac mengandung beberapa kebaikan untuk Tahap Perkembangan Anak diantaranya, mengandung Bakteria berfaedah BIFIDUS BL membantu meningkatkan bakteria berfaedah di dalam usus, mengandung Kebaikan CHE Cerelac menggunakan proses Nestlé® untuk memecahkan bijirin kepada unit yang lebih kecil, menjadikannya lebih mudah dihadam, mengandung Lebih Zat Besi Lebih Potensi karena Cerelac mengandung 25% lebih zat besi berbanding formulasi terdahulu untuk membantu menyokong perkembangan fizikal dan mental anak Bunda, Dan Satu hidangan Cerelac memenuhi lebih dari pada 50% keperluan harian zat besi yang anak anda perlukan untuk membantunya mencapai potensi sepenuhnya. Juga memiliki Ramuan diantaranya, Skimmed Milk Powder (Cow’s Milk), Rice, Red Rice, Sugar, Vegetable Oils (Palm Olein, Rapeseed Oil, Coconut Oil, Sunflower Oil), Maltodextrin, Minerals (Calcium Carbonate, Sodium Phosphate, Ferrous Fumarate, Zinc Sulphate, Potassium Iodide), Fish Oil Powder, Vitamins (C, E, Niacin, Calcium Pantothenate, B1, A, B6, B2, Folic Acid, D3, Biotin, B12), Corn Starch, Taurine,Vanillin, Bifidobacterium lactis Culture. Contains Permitted Flavouring. All additives are of plant or synthetic origin.

Apakah Bunda masih ragu memberikan Nestlé Cerelac pada si kecil dengan beberapa kelebihan dari Nestlé Cerelac? Ingat Bunda, makanan sehat adalah makanan yang membuat anak ceria dan berkembang dengan menyenangkan serta yang memiliki Maklumat Nutrisi baik untuk Tahap Perkembangan Anak seperti yang di miliki Nestlé Cerelac.
Selain itu, Ada beberapa jenis Nestlé Cerelac yang dapat Bunda pilih untuk membantu Tahap Perkembangan Anak diantaranya:
✓ Nestlé Cerelac Ekonomis Kacang Hijau
✓ Nestlé Cerelac Ekonomis Ayam Bawang
✓ Nestlé Cerelac Ekonomis beras merah
✓ Nestlé Cerelac Ekonomis Apel, Jeruk, Pisang
✓ Nestlé Cerelac Bubur Susu Serealia Oat & Prunes
✓ Nestlé Cerelac Bubur Susu Serealia Sayur-Sayuran
✓ Nestlé Cerelac Bubur Susu Tim Ayang Sayur
✓ Nestlé Cerelac Bubur Susu Pisang
✓ Nestlé Cerelac Bubur Susu Beras Putih
✓ Nestlé Cerelac Bubur susu Kurma Madu
✓ Nestlé Cerelac Bubur Susu Wortel Ayam Madu
✓ Nestlé Cerelac Tomato & Pumpkin Stew
✓ Cerelac Nutri Puffs Pisang & Orenge
✓ Cerelac Nutri Puffs Pisang & Strawberi
✓ Cerelac Gandum & Madu 500g
✓ Cerelac beras
✓ Cerelac beras & soya
✓ Cerelac beras & sayur-sayuran
✓ Cerelac beras & buah-buahan
Namun, sebelum Bunda memberikan Makanan Pendamping ASI, Bunda perlu juga memperhatikan tahapan usia. Untuk membuat Tahap Perkembangan Anak menjadi terpantau dengan mantap. Berikut tahapanya:
1. Usia 6 Bulan
Pada usia ini Si Kecil sudah mampu melahap (Makanan Pendamping ASI) dari sendok yang disuapi Bunda. Sebab, secara fisik tubuh Si Kecil siap mendukungnya untuk mencerna makanan. Salah satu tandaya, Si Kecil sudah bisa menegakkan leher secara mandiri. Selain itu, otot lidah dan rahangnya pun sudah berkembang. Meski kemampuan motorik halus Si Kecil di usia ini belum memungkinkan ia untuk menggenggam makanan. Namun, Bunda bisa mengajarinya konsep waktu makan. Jadi, ketika tiba waktunya makan, ia perlu duduk dan menikmati makanannya.
Jangan lupa, pastikan kebutuhan gizi Si Kecil tercukupi tiap harinya ya, Bun. Sediakan beragam makanan sehat bergizi seimbang. diperkaya dengan kandungan zat besi, serta vitamin A dan C, seperti Nestlé Cerelac untuk membantu lengkapi asupan gizi dan Tahap Perkembangan Anak.
2. Usia 7-12 bulan
Di usia ini Si Kecil mulai belajar menggenggam makanan finger food. Jadi, Bunda bisa mengenalkan Si kecil dengan finger food secara perlahan. Sebagai permulaan yang baik, Bunda dapat memberikan pisang atau alpukat.
Potong dadu makanan atau bentuk menjadi bunga dan hati agar pengalaman makan Si Kecil semakin menyenangkan. Telur, daging lunak, dan wortel yang sudah direbus atau dikukus hingga matang merupakan pilihan yang baik. Perlu dicatat, sebaiknya hindari memberikan Si Kecil makanan yang rentan menyebabkan ia tersedak, seperti buah anggur dan potongan keju.
3. Usia 13-24 bulan
Pada masa ini, Si Kecil bisa mulai belajar makan menggunakan sendok. Cobalah memberi Si Kecil sendok khusus anak untuk dipegang. Dengan demikian, Si Kecil akan terbiasa memegang sendok sendiri. Bunda dapat memberi Si Kecil makanan keluarga yang sudah dipotong-potong kecil, lalu mendukungnya belajar makan sendiri. Supaya area makan di sekitar Si Kecil mudah dibersihkan, Bunda bisa gunakan alas berbahan plastik.
Nah, Setelah Bunda memperhatikan tahapan usia si kecil, Bunda akan mengetahui perkembangan-perkembanan apa saja yang akan si kecil alami, antara lain:

a. Pekembangan Kognitif
Perkembangan anak usia dini meliputi perkembangan kemampuan kognitifnya. Kemampuan kognitif ini barkaitan dengan daya ingat, kemampuan menganalisa maupun kemampuannya memecahkan masalah. Anak usia dini adalah peneliti kecil, mereka aktif melakukan percobaan dan menganalisa apa yang ada di sekelilingnya. Di sini dukungan lingkungan untuk menunjang perkembangan kognitif anak sangat diperlukan. Interaksi yang sehat antara anak dan lingkungan dapat mengoptimalkan perkembangan kognitifnya.

b. Perkembangan Intelektual
Perlu kita ketahui bahwa perkembangan intelektual anak pada usia dini sangat berpotensi untuk menyerap berbagai macam hal baru. Untuk itu, kita harus membimbing anak kita untuk bisa terus mengembangkan intelektualitasnya dengan berbagai cara.
Perkembangan intelektual anak bisa kita kembangkan dengan musik. Memperdengarkan musik kalsik pada anak sejak usia dini bahkan dari masa kandungan akan membantu anak mengembangkan kognitifitasnya. Telah banyak ilmuan yang mengadakan penelitian mengenai hal ini dan dari penelitian, musik klasik memang bisa merangsang intelektual anak dari usia dini. Selanjutnya, perkembangan intelektual anak juga mengarahkan anak untuk menirukan hal-hal disekitarnya. Oleh karena itu, berperilaku yang baik di depan anak akan membuat anak juga meniru perilaku kita.
Selain itu, intelektual anak pada usia dini juga sangat kuat untuk menyerap kesenian dan bahasa. Mengajarkan kesenian ada anak dari usia dini akan lebih mudah terserap dari pada saat usia dewasa. Kemudian, mengajarkan anak untuk mempelajari bahasa juga lebih mudah diserap saat usianya masih dini. Melihat kemampuan intelektual anak sangat kuat pada usianya yang masih dini, kita sebagai orang tua harus bisa membimbing dan memfasilitasi mereka untuk terus belajar.

c. Perkembangan Bahasa
Bicara merupakan salah satu alat komunikasi yang paling efektif. Semenjak anak masih bayi sering kali dengan menggunakan bahasa tubuh dapat memenuhi kebutuhannya. Namun hal tersebut kurang di mengerti oleh orang dewasa apa yang dimaksud oleh anak. Oleh karena itu baik bayi maupun anak kecil selalu berusaha agar orang lain mengerti maksudnya. Hal ini yang mendorong orang untuk belajar berbicara dan membuktikan bahwa berbicara merupakan alat komunikasi yang paling efektif dibandingkan dengan bentuk-bentuk komunikasi yang lain yang dipakai anak sebelum pandai berbicara.
Secara garis besar ada dua ketrampilan berbahasa, yaitu ketrampilan bahasa lisan dan ketrampilan bahasa tulis. Dan secara umum ketrampilan bahasa dibagi menjadi empat, yaitu menyimak, bicara, membaca, menulis. Secara real, anak-anak perlu untuk mempelajari ketrampilan bahasa terutama bahasa lisan.
Secara umum tahap-tahap dalam berbahasa anak yaitu:

1) Aquisition (akuisisi), merupakan bahasa pertama yang dipelajari oleh anak, biasa disebut dengan bahasa ibu (menirukan dan mendengarkan) dan merupakan bahasa lisan. Dimulai dari usia 0-6 tahun, bahasa yang dipelajari ataupun yang digunakan merupakan kata benda, kata kerja, kata sifat, dan kata-kata yang lain.

2) Learning (belajar), anak mulai belajar bahasa tulis dan dimulai setelah anak lulus dari TK. Di TK anak belajar menulis ataupun membaca itu hanya sebagai pembiasaan untuk melatih motorik anak.

d. Perkembangan Sosial dan Emosi
Perilaku sosial merupakan aktivitas dalam hubungan dengan orang lain, baik dengan teman sebaya, guru, orang tua maupun saudara-saudaranya. Saat berhubungan dengan orang lain, terjadi peristiwa-peristiwa yang sangat bermakna dalam kehidupan anak yang dapat membentuk kepribadiannya, dan membentuk perkembangannya menjadi manusia yang sempurna.

Perkembangan sosial adalah proses kemampuan belajar dan tingkah laku yang berhubungan dengan individu untuk hidup sebagai bagian dari kelompoknya. Di dalam perkembangan sosial, anak dituntut untuk memiliki kemampuan yang sesuai dengan tuntutan sosial di mana mereka berada.

Secara singkat dapat dikatakan bahwa perkembangan sosial anak adalah suatu proses dalam kehidupan anak untuk berperilaku sesuai dengan norma atau aturan dalam lingkungan kehidupan anak. Perilaku yang ditunjukkan oleh seorang anak dalam lingkungan sosialnya sangat dipengaruhi oleh kondisi emosinya. Perkembangan emosi seorang anak sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan.

Bunda jangan ragu dan bingug lagi untuk memenuhi asupan nutrisi seperti Makanan Pendamping ASI, Mari kita bekali anak dengan Netsle Cerelac untuk Tahap Perkembangan Anak yang lebih menyenangkan dan cepat dalam tumbuh dan berkembang.